Sejarah Panahan dalam Islam dan di Indonesia

Home/Berita/Detail
Sejarah Panahan dalam Islam dan di Indonesia
15 Oktober 2025

Sejarah Panahan dalam Islam dan di Indonesia

Penulis: Anik Purwanti, M.Pd.
Editor: Tim Redaksi SMPN 2 Pangkalpinang
Foto: Tim Produksi Kreatif Jurnalistik SMPN 2 Pangkalpinang

Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah." (HR Bukhari dan Muslim). Pada masa Rasulullah dan Khulafa ar-Rasyidin, memanah menjadi sarana penting untuk berperang.

Di Indonesia sendiri olahraga panahan baru memiliki organisasi resmi pada 12 Juli 1953 dan diresmikan di Yogyakarta. Organisasi induk bagi para atlet panahan bernama PERPANI atau Persatuan Panahan Indonesia.

Prestasi membanggakan Indonesia antara lain Medali Emas Olimpiade Seoul 1988 yang diraih oleh Lilies Handayani, Kusuma Wardhani, dan Nurfitriyana Saiman. Indonesia juga meraih medali emas di Sea Games 2015, 2017, 2019, dan Juara Umum Sea Games 2021 dengan 5 Medali Emas.

Teknik memanah yang baik meliputi sikap berdiri (stance), cara memegang busur (set up), cara menarik tali busur, dan teknik penjangkaran (anchor).

Manfaat memanah bagi kesehatan antara lain meningkatkan konsentrasi dan fokus, melatih otot dan postur tubuh, menstabilkan emosi dan meredakan stres, menumbuhkan rasa percaya diri dan disiplin, serta menjadi terapi alternatif dan aktivitas sunnah.